2 Dalil mengenai hukum judi online menurut Islam

bandarqq – Indonesia merupakan negara hukum, dimana setiap kegiatan warga negara diatur dalam undang-undang dengan maksud, kegiatan yang dilakukan tidak menyalahi norma sosial serta peraturan negara yang dapat menimbulkan kerugian baik pribadi atau masyarakat luas.

Salah satu hal yang diatur oleh hukum negara adalah permainan judi. Pada Pasal 3030 BIS ayat (1) dengan tegas menjelaskan sanksi bagi para penjudi baik itu pemain ataupun bandar akan diancam dengan kurungan paling lama 4 tahun serta denda paling banyak senilai 10 juta rupiah.

Untuk para penjudi online, peraturan ini juga tertera dalam Pasal 27 ayat (2) UU ITE yang secara jelas menjelaskan untuk setiap orang yang secara sengaja dengan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, atau membuat dapat diaksesnya informasi atau dokumen elektronik dengan muatan perjudian.

Untuk hukuman pelaku judi online dijelaskan dalam Pasal 45 ayat (2) UU 19/2016, dimana para pelanggar pasal 27 ayat (2) UU ITE akan diberikan sanksi hukuman 6 tahun kurungan penjara serta denda paling banyak senilai 1 miliar.

Hukum perjudian bandarqq ini tak hanya berlaku secara negara, namun juga secara agama. Seperti apa hukum judi online menurut Islam. Sebagai salah satu agama yang ada di Indonesia dengan penganut terbanyak, agama Islam juga mengatur para pemeluknya mengenai hal terkecil sampai hal terbesar dengan penjelasan yang cukup rumit seperti permainan judi.

Namun secara jelas, hukum judi online menurut Islam sangatlah dilarang bahkan termasuk tindakan yang diharamkan dan sangat merugikan. Bahkan musisi dangdut Indonesia, Rhoma Irama menyampaikan betapa merugikannya permainan mengadu nasib ini melalui lagunya “Judi”. Dengan jelas pada liriknya disampaikan “Judi, menjanjikan kekayaan. Bohong, kalau kaupun kaya, itu awal dari kemiskinan.” Melalui lagu ini, Rhoma Irama ingin mengajak untuk menjauhi judi, karena selain dilarang oleh agama juga merugikan pihak yang memainkan.

Berikut beberapa dalil, berupa ayat suci Al-Qur’an atau potongan hadist shahih dari beberapa riwayat yang anda dapat jadikan tuntunan dalam menjalankan kehidupan menjadi lebih baik dengan mengikuti aturan Allah SWT.

Surat Al-Maidah

dalam surat ke 5 kitab Suci AL-Qur’an yaitu suart Al-Maidah, tertulis dengan jelas firman Allah SWT mengenai hukum judi online menurut Islam yang sangat jelas dilarang.

Yaitu “ sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, merupakan perbuatan keji dan termasuk perbuatan syetan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Al-Maidah : 90)

Pada ayat ini, kegiatan berjudi disamakan dengan khamr atau minuman keras yang ketahui merupakan jenis minuman yang jika dikonsumsi oleh seseorang akan membuatnya mabuk, hilang akalnya baik seluruh ataupun sebagian.

Selain itu perjudian juga disamakan  dengan menyembah atau mengorbankan diri kepada berhala atau patung atau meyakini apapun selain kepada Allah SWT, yang telah haram jika dilakukan. Oleh sebab itu tidak diragukan lagi jika judi yang telah disamakan dengan berhala, dan minum khamr maka tidak diragukan lagi jika permainan judi ini haram hukumnya dan masuk dalam dosa yang besar

Pada jaman jahiliyah, permainan judi sudah ada bahkan dijadikan sebuah tradisi. Bentuk judi yang dilakukan adalah sepeluh orang membeli seekor unta dengan saham yang sama. Dan kemudian setelah pembelian dilakukan undian. Dari undian tersebut dapatlah 7 orang dari 10 orang tersebut untuk memperoleh bagian yang berbeda-beda sesuai dengan tradisi yang dijalankan. Serta 3 orang lainnya selain 7 orang tersebut tidak mendapatkan apa-apa alias memperoleh kekalahan.

Surat Al-Hajj

Dalam dalil kedua, hukum judi online menurut Islam disebutkan jika judi itu merupakan najis. Alla berfirman

“Maka jauhilah olehmu berhala-hala yang najis itu” (QS. Al-Hajj: 30)

Dalam surat AL-Maidah disebutkan jika permainan judi disamakan dengan menyembah berhala dan tidak diragukan lagi jika permainan judi merupakan dosa besar dan haram hukumnya. Tidak sampai di situ saja, karena judi disamakan dengan menyembah berhala, maka dalam surat Al-Hajj dijelaskan jika berhala disebut najis, maka dapat disimpulkan jika permainan judi merupakan najis, yang harus dihindari dan tidak boleh dilakukan oleh para umum muslim khususnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *